Sosialisasi Penanganan Arsip Akibat Bencana secara Virtual

Monday - 26 September 2022 - Dibaca: 109 kali

Balikpapan - Kamis, 22 September 2022, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan menyelenggarakan Sosialisasi Evakuasi dan Identifikasi Arsip Akibat Bencana dan

Sosialisasi Pemulihan dan Penyimpanan Arsip Akibat Bencana secara virtual melalui zoom meeting. Berbeda dengan kegiatan Bidang Kearsipan sebelumnya, sosialisasi kali ini mengundang seluruh perangkat daerah beserta kelurahan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Sutadi, dalam sambutan sekaligus pembukaan sosialisasi menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini selain memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait evakuasi, identifikasi, pemulihan hingga penyimpanan arsip akibat bencana kepada perangkat daerah dan kelurahan di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, juga sebagai motivasi bagi perangkat daerah untuk berupaya meningkatkan dan menyempurnakan sistem kearsipan serta perhatian yang maksimal agar keberadaan arsip dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akhir sambutan beliau berharap agar sosialisasi ini juga dapat membantu para pencipta arsip di Kabupaten/Kota di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyusun tindakan preventif (pencegahan) untuk menghadapi bencana yang kemungkinan bisa saja terjadi di kemudian hari.

Narasumber pada sosialisasi ini yakni, Bapak Dhani Sugiharto, M.Kom., merupakan Koordinator Kelompok Substansi Penyimpanan Arsip dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), memaparkan materi yang sangat menarik disertai dengan contoh nyata tahapan evakuasi dan identifikasi arsip akibat bencana alam Tsunami Aceh. Beliau juga menyampaikan pentingnya pelatihan dan simulasi penanganan arsip akibat bencana. Hal tersebut memancing antusiasme peserta, sehingga menciptakan diskusi yang menarik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah orientasi pada pencegahan harus diutamakan, mulai saat ini kita harus memiliki budaya siaga, antisipatif, responsif dan adaptif. Budaya ini sangat penting karena bencana itu datangnya tidak terduga, bahkan tidak terbayangkan sebelumnya(dispustakar-scp).